Minggu, 26 Januari 2014

sebuah penyelesaian

hollaa

i find a conclusion for my problem last day!!!


hari ini kembali berpikir dalam keadaan lebih tenang,,

permasaahnya adalah gue ga terlalu ego untuk memulai.

dan gue pun mencari ego gue yang kemaren-kemaren

berusaha mempertahankan ego itu lebih lama

insyaalah gue akan mulai ke kampus, urus ijazah, urus kartu kuning di depnaker,

i must mooove

sebelum limit pengagguran gue menjadi masalah


semoga semua bisa siap sebelum ego gue itu kembali menghilang :)


bismillah
doakan gue :)

Sabtu, 25 Januari 2014

jenuh-bosan-bingung

akan ada hari dimana perasaan kamu jadi ga karuan

dont know why, hari ini semua berjalan random.

ada perasaan meledak-ledak

seakan dunia berkonspirasi untuk bikin gue badmood.

arrghhttt

ingin pergi kesuatu tempat, menikmati sunyi sendiri

sempat berpikir apakah ini sebuah kejenuhan atas beberapa hari yang "begitu-begitu saja"

marsha yang dulu dirumah hanya untuk tidur semenjak tamat kuliah hanya dirumah seharian

tapiiii

ada beberapa temen yang ngajak jalan juga di tolak

temen-temen terdekat pun udah berusaha menghibur, tapi gue malah nge riject semua perhatian itu

lagi-lagi

gue gatau apa yang terjadi sama diri gue sendiri,,

apakah ini bentuk kalo gue pun udah gabisa ngertiin diri sendiri lagi?

mungkin harus ada perubahan yang harus di lakukan buat nyelesein ke "flat"an diri gue ini

tapi masalahnya gue gatau mulai dari mana gue  harus mikir

Kamis, 23 Januari 2014

give up or never give up

"mungkin menyerah adalah jawaban nya" pria setengah tua itu berkata

dan ego saya pun bersuara

"saya tidak boleh give up apapun yang terjadi di depan saya"


setiap orang bebas atas dirinya masing-masing
termasuk apakah mereka memutuskan untuk menyerah ataupun menganggap semua hal tidak berhak untuk melunturkan semangat dan harapan nya.

kamu adalah raja atas diri kamu sendiri
raja atas imajinasi
raja atas ego
dan raja atas apa yang kamu yakini

saya yakin apapun yang kamu lakukan, apakah kamu bertahan di suatu titik, ataupun kamu meloncat ke setiap titik. mungkin kamu memang sudah di takdirkan untuk ambil bagian disana.
apakah kamu bekerja dengan pakaian rapi, meloncat dari satu meeting ke meeting lain di kantor yang nyaman,,
ataupun kamu bekerja dengan kaus dan jeans dari satu caffe ke caffe lain, bekerja yang di selingi tawa.




21.22

sebenarnya post ini bisa dibilang telat

hmmm

selamat ulang tahun ke 22 untuk diri sendiri

satu yang saya mau pastikan untuk ulang tahun ke 22.
saya tidak mungkin sama seperti di umur 21
saya harus lebih hebat dibanding diri saya satu tahun lalu.

tidak banyak doa untuk tahun ini.
hanya 
" HARUS LEBIH BAIK DARI SAAT SAYA BERUMUR 21 TAHUN"

mungkin tidak se ambisius tahun2 sebelumnya
dimana saya telah menyusun target jauh sebelum ulang tahun itu sendiri datang

entah kenapa ada sedikit lelah untuk menyemangati diri sendiri
seakan moodboster berceceran, melayang dan pelan-pelan menguap.

untuk target tahun ini saja saya baru menemukannya setelah 3 hari ulang tahun berlalu.

apa yang terjadi dengan diri??
untuk berpikir ke sana saja belum berminat sedikitpun.

masih berpikir hal ini wajar walaupun saya tau pasti ada yang salah.

ada rasa bosan, ada rasa jenuh, ada rasa haus tantangan.
tapi pikiran ini seakan tidak mau beranjak dari zona "hampa"

Rabu, 08 Januari 2014

kamu egois!

tidak ada yang salah untuk menjadi egois.

bagi saya egois adalah salah satu sifat yang harus kamu lalui.

tapi setidaknya tetaplah beretika.

bagi saya beberapa ego dapat berguna untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya

kalau saja saya tidak egois untuk memenangkan logika saya, mungkin saat ini saya masi berselimut malas.

namun ada satu hal yang saya ingat saat sudah terlalu terjebak atas ego.
bahwa saya "masih tetap manusia"
saya butuh etika agar ego saya terlihat manusiawi dan bisa di terima.

demi sang ego saya berdiri lebih lama, berpikir lebih jelas, melihat lebih jauh, menyusun rencana lebih kompleks. walaupun terkadang terselip beberapa jatuhan,, mungkin ada beberapa etika yang tidak terjalankan oleh saya.

sampai akhirnya sang ego memaksa saya untuk memantaskan diri atas hasil akhir dari setiap pergerakan nya.


permulaan

memang sulit meyakinkan diri untuk sebuah permulaan

namun tak jarang hanya butuh sebuah pemikiran yang bertahan sedikit lebih lama di kepala

dan inilah dia.

entah sebuah keyakinan untuk menuangkan isi sebuah di sudut kepala, entah sebuah ego yang bertamu sedikit lebih lama.

jika kamu berpikiran hanya untaian kata-kata setengah kosong
mungkin memang itu adanya